ESSAI SUBTEMA PENDIDIKAN



PENDIDIKAN BERKARAKTER LOKAL
(Lingkungan dan Kearifan lokal)
(Oleh Riska)
Pembangunan sumber daya manusia dalam sebuah negara menjadi hal yang sangat fundamental untuk mencapai kesejahteraan dalam banyak aspek, seperti aspek sosial, budaya, ekonomi, politik dan pendidikan.Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak ke- 4 di dunia.Ini mengindikasikan bahwa Indonesia merupakan negara yang mampu memproduksi sumber daya manusia dari aspek kualitas mapun aspek kuantitas.

Pembangunan sumber daya manusia pada dasarnya akan berfokus pada pendidikan. Kalau menelisik di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (Amerika), Jepang (Asia), Inggris (Eropa) merupakan negara yang sudah maju dalam aspek pendidikannya. Kalau menarik indikator negara tersebut, majunya sebuah negara dalam banyak aspek harus dulu menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan merupakan kunci utama bagi bangsa yang ingin maju dan unggul dalam persaingan global. Pendidikan adalah tugas negara yang paling penting dan sangat strategis. Sumber daya manusia yang berkualitas merupakan prasyarat dasar bagi terbentuknya peradaban yang lebih baik dan sebaliknya, sumber manusia yang buruk akan menghasilkan peradaban yang buruk. Melihat realitaspendidikan di negeri ini masih banyak masalah dan jauh dari harapan.Bahkan jauh tertinggal dari negara-negara lain dari banyak aspek, seperti model pembelajaran atau kurikulum.

Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta mengembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan. Dari pernyataan Bapak Pendidikan Indonseia ini dapat dilihat bahwa harus ada karakter yang dibawa dalam sebuah pendidikan di Indonesia agar karakter ini yang menjadi landasan utama dalam berjalannya proses pendidikan juga untuk mencapai pendidikan yang baik.

Karakter pendidkan yang dibawa oleh Bapak Pendidikan di atas dapat dijadikan indikator dalam melihat pendidikan yang ada di Indonesia hari ini Secara garis besar pendidikan Indonesia sudah menunjukan kemajuan yang sangat baik, dari segi pemerataan, biaya pendidikan gratis dan lain sebagainya. Akan tetapi menjadi permasalah utama dalam pendidikan Indonesia sekarang masih banyak di temukan ketimpangan.Ketimpangan di sini adalah masih di temukannya tawuran antar pelajar, pelajar yang bolos sekolah, pelajar yang mengonsumsi narkoba, dan seks bebas.

Banyak sekali faktor yang melatar belakangi permasalahan ketimpangan dalam pendidikan berbasis krakter di Indonesia, ada faktor dari internal maupun dari eksternal pendidikan itu sendiri.Secara internal, permasalahan itu muncul dari model pendidikan atau kurilulum yang diterapkan di Indonesia itu sendiri belum mampu meretas permasalahan ini dan masih banyak yang harus dibenahi dalam model pendidikan yang diterapkan sekang. Faktor eksternal dari permasalahan ini juga yaitu, pengaruh modernisasi dan globalisasi yang mampu merubah sendi-sendi struktur sosial dalam masyarakat. Alat yang digunakan oleh modernisasi dan globalisasi dalam bekerja adalah seperti kecanggihan teknologi media sosial (facebook, Isntagram, dll). Banayak masyarakat terkhusus pelajar tidak mampu menggunakan kecanggihan media sosial dengan bijak, dikarenakan alat teknologi ini disalah gunakan oleh banayak oknum tertentu seperti penyebaran berita hoax belakangan ini.

Fokus utama dalam menganilisis permasalahan yaitu bukan faktor eksternal akan tetapi faktor internal dari permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia sekarang ini. Sehingga harus di elaborasi dengan bersama untuk memecahkan permsalahan yang terjadi di pendidikan kita. Dari permasalahan ini menimbulkan tanda tanya besar, bagiamanakah pola pendidikan yang harus diterapkan untuk memecahkan permasalahan seperti tawuran antar pelajar dan lain sebagainya?.



Karakter Pendidikan Yang di Inginkan

Franz Magnis-Suseno, dalam acara Sarasehan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa mengatakan  bahwa  pada era sekarang ini  yang dibutuhkan bukan hanya generasi muda yang berkarakter kuat, tetapi  juga benar, positif, dan konstruktif. Namun, untuk membentuk peserta didik- peserta didik yang berkarakter kuat,  tidak boleh ada feodalisme para pendidik.

Pernyataan Franz di atas dapat dilihat bahwa generasi berkarakter kuat ini menjadi fokus utama, akan tetapi dalam menciptakan karakter itu harus ada bangunan dasarnya. Dan bangunan dasar ini yaitu lokalitas budaya yang menjadi penyangga utama dan pendidikan hari ini pada dasarnya harus bercorak lokal dalam artian penanaman budaya kearifan lokal harus ditanamkan agar jati diri pelajar atau siswa bisa terbentuk.

Selain budaya lokalitas harus ada karakter lain yaitu karakter budaya bangsa secara umum, karakter budaya bangsa menurut hemat penulis adalah karakter Panacasilais. Pancasila merupakan ideologi negara, juga merupakan paradigma yang termanifestasikan dalam sebuah tindakan keseharian maupun dalam pola pendidikan. Pada dasarnya pendidikan Pancasila ini sudah masuk dalam kurikulum dalam dunia pendidikan Indonesia sekarang akan tetapi dalam ranah implikasi belum ditemukan hasil yang membagakan. Berarti dalam penerapannya masih ditemukan kekurangan-kekurangannya yaitu dalam  pelaksanaan pendidikan karakter ini di sekolah, semua komponen  sekolah  harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan  aktivitas atau kegiatan kulikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga sekolah atau lingkungan.

Apabila komponen-komponen di atas dapat diterapkan dengan baik pendidikan berkarakter yang banyak kalangan umum inginkan akan dapat dicapai dan dari sinilah pendindikan berkualitas akan didapat oleh peseta didik dan karakter peserta didik atau pelajar akan tertatanam atau terkonstruk dalam diri masing-masing peserta didik sehingga sumber daya manusianya bisa mempunyai moral yang baik tidak hanya kecerdasan intelektual.

Sumber Pembelajaran Kearifan Lokal

Peserta didik sebagai manusia yang utuh memiliki potensi diri, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Potensi diri  tersebut akan dapat berkembang dengan baik jika diupayakan secara optimal melalui proses pendidikan. Melalui pendidikan ini, peserta didik akan dapat diarahkan menjadi sosok pribadi yang memiliki kompetensi majemuk sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi anggota masyarakat yang mampu memecahkan persoalan hidupnya.  Dalam hal ini, kunci utamanya adalah aktivitas pembelajaran di sekolah.

Pertumbuhan dan perkembangan peserta didik melalui belajar tidak hanya terjadi di bangku sekolah yang terbatas oleh dinding-dinding kelas.Namun, proses pembelajaran bagi peserta didik dapat terjadi pula di lingkungan sekitar, yakni aktivitas peserta didik di luar kelas. Pembelajaran yang dikungkung di dalam kelas sering menciptakan kejenuhan pada diri peserta didik  karena  mereka  merasa berada di dunia lain yang bukan dunianya. Di dalam kelas, peserta didik merasa kebebasannya dirampas, kesenangannya dibatasi, tertawanya semu, keinginannya dihambat.Akibatnya, kreativitas mereka terbatas pada upaya memenuhi dan menuruti kemauan sistem belajar yang dituntut sekolah.Peserta didik merindukan untuk kembali ke lingkungannya yang telah menyatu sejak dini dalam keutuhan pribadi yang telah lama membentuknya.

Pembelajaran berbasis lingkungan dapat menjembatani peserta didik  untukmenemukan kembali harapannya. Yang dimaksud pembelajaran berbasis lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar.Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan.

Melalui pembelajaran lingkungan, kejenuhan peserta didik dapat diminimalkan dan kecintaan mereka pada lingkungan akandapat dibangun kembali. Dengan demikian, aktivitas proses pembelajaran akan lebih bermakna dan dapat menciptakan kegairahan peserta didik dalam belajar.

Jauh Melihat Indonesia

Indonesia menjadi negara dengan banyak keuntungan yang didapat, mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan juga bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan baik. Dalam hal ini bahwa pendidikan menjadi hal utama dalam menunjang penciptaan atau pembangunan sumber daya manusia dari aspek kuantitas maupun dilihat dari aspek kualitasnya.

Akan tetapi pendidikan ini harus mempunyai basis dasar atau landasan yang kuat agar tidak terjadi ketimpangan output dari pendidikan. Pendidikan harus berbasiskan kearifan lokal. Hal ini karenakan penanaman kearifan lokal akan menjaga karakter penerus bangsa dalam mengahadapi arus modernisasi dan globalisasi yang sifatnya lebih ke Westernisasi. Tapi lebih jauh dari itu dengan pendidikan yang berkarakter kearifan lokal inilah akan menghadirkan penerus bangsa yang berwawasan global, bertindak nasional dan berperilaku lokal dan bertujuan untuk mewarisi budaya-budaya leluhur yang baik dalam penerapan kehidupan sehari-hari.

Semua model pendidikan itu apabila mampu di integrasikan dengan baik dengan model pendidikan sekarang bukan hanyalah mimpi semua khalayak banyak di Indoensia tapi ini menjadi sebuah terobosan besar bagi dunia pendidikan dalam menggapai cita-cita kemerdekaan Indonesia yang telah diamanahkan melalui Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Juga, apa bila dijalankan dengan baik dan saling berkesinambungan, kita akan dapat menatap Indonesia di masa depan terkhusus Indonesia emas di tahun 2045. Pembangunan sumber daya manusia yang mempunyai karakter kearifan lokal akan tercapai dan predikat negara maju mampu disandang dengan pondasi  lokalitas budaya bangsa yang tercermin dalam ideologi Negara Pancasila.

Komentar